BOJONEGORO –Lentera Nusantara | Ribuan Pramuka Penggalang dari madrasah tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bojonegoro memenuhi Bumi Perkemahan (Buper) Growgoland, Kecamatan Dander, Jumat (28/8/2026). Sebanyak 2.265 peserta dari 116 lembaga MTs mengikuti Kemah Bakti Madrasah (KEMBARA) 2026 yang berlangsung hingga Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan generasi muda madrasah untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian melalui pengalaman langsung di alam terbuka.
KEMBARA 2026 mengusung tema “Penggalang Madrasah Berkarakter, Tangguh, Berbakti untuk Negeri”. Adapun motonya, “Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan”, sedangkan semboyan yang digunakan ialah “KEMBARA RAKAPRAH”, akronim dari Rajin, Kreatif, Peduli, dan Terarah.
Mulai di bukanya Pembukaan KEMBARA 2026 ditandai dengan upacara yang diikuti ribuan peserta. Kak Nurul Azizah, selaku Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya,Kak Nurul Azizah mendorong peserta menjadikan KEMBARA bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan momentum untuk belajar, membangun kemandirian, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan karakter dan semangat pengabdian.
Pesan tersebut menjadi penting karena kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada keterampilan teknis di lapangan. Lebih dari itu, pengalaman selama perkemahan diharapkan membentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan KEMBARA 2026 juga mendapat perhatian dari berbagai unsur. Hadir Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si.
Kehadiran Direktur KSKK Madrasah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan pengembangan potensi peserta didik melalui kegiatan kepramukaan di lingkungan madrasah.
Selain itu, hadir Ketua Tim Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Dr. Arini Indah Nihayaty, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Sholikul Hadi, Kapolsek Dander, Danramil,ADM Administratur Perhutani KPH Bojonegoro Slamet Juwanto, Kepala Desa Ngunut, pengawas madrasah, kepala MIN, MTsN dan MAN, serta para kepala MTs se-Kabupaten Bojonegoro.
Arah Sinergi lintas sektor tersebut turut menopang pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan pelajar. Kementerian Agama, Gerakan Pramuka, pemerintah, TNI-Polri, Perhutani, madrasah, hingga masyarakat bersama-sama mendukung agar KEMBARA berjalan aman, tertib, dan edukatif.
Berdasarkan laporan panitia, KEMBARA 2026 diikuti 2.265 peserta dari 116 lembaga MTs se-Kabupaten Bojonegoro.
Dari jumlah tersebut, peserta putra mencapai 1.203 orang yang menempati 113 tenda. Sementara itu, peserta putri berjumlah 1.062 orang dengan menempati 97 tenda.
Jumlah tersebut menggambarkan besarnya partisipasi pelajar madrasah dalam kegiatan kepramukaan. Dari berbagai penjuru Bojonegoro, para peserta berkumpul di satu kawasan untuk belajar, berinteraksi, berkarya, dan membangun persaudaraan.
Kegiatan juga melibatkan peserta kepanduan Hizbul Wathan (HW). Kehadiran Pandu HW memperluas ruang kebersamaan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di antara generasi muda.
Bukan Sekadar Berkemah Biasa, KEMBARA Menanamkan Karakter Suka menanam dan peduli lingkungan.
KEMBARA 2026 dikemas melalui konsep Pramuka Fun dan Bhakti Masyarakat. Karena itu, peserta tidak hanya menjalani aktivitas perkemahan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang diarahkan pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui berbagai aktivitas, peserta belajar mengelola diri, bekerja dalam kelompok, memecahkan persoalan, menjalankan tanggung jawab, serta membangun komunikasi dengan sesama.
Di sisi lain, konsep Bhakti Masyarakat memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bahwa keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di lingkungan perkemahan. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Semangat itu selaras dengan motto “Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan”. Satya tidak sekadar diucapkan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Gerakan Pelajar MTs hingga Siswa MA Bersinergi
Pelaksanaan KEMBARA 2026 juga melibatkan unsur MTs se-Kabupaten Bojonegoro sebagai panitia. Mereka mendapatkan dukungan dari ambalan penegak sangga siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) di sekitar lokasi kegiatan.
Sejumlah kelompok sangga turut mengambil peran, mulai dari Sangga Perintis, Sangga Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Penegas, hingga Sangga Pelaksana.
Keterlibatan lintas jenjang tersebut membuat KEMBARA tidak hanya menjadi tempat peserta mengikuti kegiatan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. Para pelajar belajar mengambil peran, berkoordinasi, melayani peserta, serta memastikan rangkaian kegiatan berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dengan demikian, semangat kebersamaan tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta yang berkumpul, tetapi juga dari kerja kolektif berbagai unsur yang berada di balik pelaksanaan kegiatan.
KEMBARA 2026 dan Harapan Lahirnya Generasi Madrasah Tangguh
Di tengah perubahan zaman dan tantangan generasi muda yang semakin kompleks, kegiatan semacam KEMBARA memiliki ruang penting dalam pembentukan karakter.
Alam terbuka menjadi ruang belajar yang berbeda dari ruang kelas. Di sana, peserta berhadapan langsung dengan keterbatasan, membutuhkan kerja sama, belajar disiplin, serta dituntut mampu menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Karena itu, tema “Penggalang Madrasah Berkarakter, Tangguh, Berbakti untuk Negeri” tidak berhenti sebagai slogan. Tema tersebut menjadi pesan utama agar peserta membawa nilai yang diperoleh selama KEMBARA ke lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Pada akhirnya, KEMBARA 2026 bukan semata tentang tenda yang berdiri atau ribuan peserta yang berkumpul di Buper Growgoland. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda madrasah untuk belajar, berkarya, bersahabat, peduli, dan mengabdi.
Dari Buper Growgoland, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri para Penggalang: rajin dalam belajar, kreatif dalam berkarya, peduli terhadap sesama, terarah dalam melangkah, tangguh menghadapi tantangan, serta siap memberikan baktinya untuk negeri.
Penulis:Alisugiono.







