BOJONEGORO, –Lentera Nusantara.id|| Kemarau panjang yang membuat sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami kesulitan air bersih mendorong jajaran Kodim 0813 Bojonegoro memperluas distribusi bantuan air. Dalam sepekan, sejak Minggu (20/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026), sebanyak 864.000 liter air bersih disalurkan ke 34 desa yang tersebar di 13 kecamatan.
Distribusi dilakukan secara masif dan berkesinambungan menggunakan enam armada truk tangki milik Kodim 0813 Bojonegoro. Di lapangan, penyaluran dikawal Babinsa masing-masing wilayah untuk memastikan air sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebaran bantuan menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih tidak hanya berada pada satu wilayah. Dari Dander, Kapas, Ngasem, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang, Malo, Sukosewu, Sugihwaras, Kedungadem, Ngambon, Kasiman hingga Balen, distribusi dilakukan pada titik-titik yang masuk dalam sasaran penanganan kekeringan.
Wilayah Dander menjadi salah satu penerima dengan volume terbesar, yakni mencapai 297.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke Desa Sumodikaran 80.000 liter, Ngraseh 16.000 liter, Mojoranu 16.000 liter, Sumberagung 16.000 liter, serta Pondok Pesantren Izzatul Ummah di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, sebanyak 168.000 liter.
Sementara di Kapas, total distribusi mencapai 101.000 liter yang tersebar di Desa Bendo 32.000 liter, Semenpinggir 16.000 liter, Tapelan 37.000 liter dan Kumpulrejo 16.000 liter. Di Ngasem, bantuan mencapai 88.000 liter untuk Desa Sendangharjo 32.000 liter, Dukoh Kidul 32.000 liter, serta Desa Butoh, Kolong dan Tengger masing-masing 8.000 liter.
Di Sumberrejo, Kodim menyalurkan 85.000 liter ke Desa Sumberharjo, Sumuragung, Deru, Tlogohaji dan Kayulemah. Distribusi juga menjangkau Tambakrejo 64.000 liter, Temayang 48.000 liter, Malo 40.000 liter, Sukosewu 48.000 liter, Sugihwaras 32.000 liter, Kedungadem 32.000 liter, Ngambon 16.000 liter, Kasiman 8.000 liter serta Balen 5.000 liter.
Di tengah distribusi tersebut, warga Dusun Parengan, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, menyambut bantuan dengan lega. Air yang datang bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi penopang warga ketika sumber air semakin sulit diandalkan selama kemarau.
Ketua RT 01 Dusun Parengan, Nidaul Effendi, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kodim 0813 Bojonegoro. Ia berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi warga dan kepedulian serupa dapat terus dilakukan ketika masyarakat menghadapi kesulitan air bersih.
“Saya selaku Ketua RT 01 Dukuh Parengan, Desa Sumberagung, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan air bersih yang didatangkan oleh Kodim 0813 Bojonegoro. Semoga air ini bermanfaat untuk warga kami, khususnya RT 01. Semoga Kodim 0813 Bojonegoro tetap jaya selamanya,” ungkapnya.
Senada, Kepala Dusun Parengan, Sukandar, juga menyampaikan terima kasih atas respons Kodim 0813 Bojonegoro. Menurut dia, kesinambungan bantuan menjadi penting apabila kemarau panjang kembali menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
“Kedepannya, semoga jika ada kemarau panjang, kami bisa kembali mendapat bantuan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Kapten Inf Surahmat selaku koordinator kegiatan mengatakan, distribusi air bersih merupakan bagian dari kepedulian TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0813 Bojonegoro terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kodim, kata dia, akan terus melakukan distribusi selama kondisi kemarau dan kebutuhan masyarakat masih berlangsung.
“Kodim 0813 Bojonegoro berkomitmen akan terus mendistribusikan pasokan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung dan warga masih mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar,” ungkapnya, Sabtu (26/9/2026).
Bagi warga yang menerima, bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih selama kemarau membutuhkan penanganan berkelanjutan. Karena itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan hemat agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan paling mendasar.
Dari 864.000 liter air yang bergerak dalam sepekan, persoalan yang terlihat bukan semata soal distribusi bantuan, melainkan gambaran bagaimana musim kemarau memberi tekanan langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran personel Kodim 0813 di tingkat desa menjadi bagian dari respons lapangan untuk membantu warga mempertahankan akses terhadap air bersih.
Penulis:Alisugiono.







