BOJONEGORO – Lentera Nusantara | Kebutuhan air bersih menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan perkemahan santri Attanwir di Bumi Perkemahan Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/9/2026).
Di tengah aktivitas ratusan peserta yang membutuhkan air untuk mandi, ibadah, dan kebutuhan sehari-hari, kepedulian Alumni 696 Attanwir Talun bersama Yayasan Bakti Sosial dan Edukasi (YBSE) hadir langsung di lokasi.
Sebanyak empat tangki air bersih didistribusikan secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri sekaligus masyarakat di sekitar Bumi Perkemahan Kayulemah.
Dua tangki pertama disalurkan pada Selasa (22/9/2026). Air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi para santri yang mengikuti kegiatan perkemahan.
Distribusi berlanjut pada Rabu (23/9/2026) dengan dua tangki tambahan. Kali ini, air bersih diperuntukkan bagi kebutuhan masjid dan rumah-rumah warga sekitar lokasi perkemahan, sekaligus menunjang kebutuhan mandi para santri.
Penyaluran air bersih tersebut bukan bantuan yang muncul secara spontan. Empat tangki air merupakan hasil musyawarah bersama Alumni 696 Attanwir melalui YBSE 696.
Yayasan mengalokasikan empat tangki air bersih dari kas yayasan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan perkemahan santri Attanwir di Kayulemah.
Ketua YBSE 696, H. Soedarmono, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan alumni terhadap para santri.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan para santri selama mengikuti kegiatan kemah. Ini adalah bagian dari kepedulian dan kebersamaan Alumni 696 Attanwir,” ujar H. Soedarmono.
Menurutnya, air bersih bukan sekadar kebutuhan pendukung dalam kegiatan perkemahan. Ketersediaannya berkaitan langsung dengan kenyamanan peserta, kebersihan lingkungan, kebutuhan ibadah, hingga aktivitas masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Karena itu, distribusi air dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan perkemahan membuat kebutuhan air bersih meningkat. Para santri membutuhkan air untuk mandi dan menjaga kebersihan selama berada di lokasi.
Di sisi lain, keberadaan kegiatan tersebut juga bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar. Masjid dan rumah-rumah warga menjadi bagian dari kebutuhan yang turut diperhatikan dalam distribusi air.
Di titik inilah bantuan Alumni 696 Attanwir memiliki makna lebih luas.
Air yang didistribusikan tidak hanya mengalir ke lokasi perkemahan, tetapi juga menjangkau kebutuhan masyarakat sekitar.
Bantuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial alumni tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar. Pemenuhan kebutuhan dasar yang tepat sasaran dan dibutuhkan langsung di lapangan pun menjadi bentuk kepedulian yang nyata.
Seluruh proses pendistribusian empat tangki air bersih di Kayulemah berjalan lancar.
Koordinasi antara alumni, yayasan, pengelola kegiatan, santri, dan masyarakat menjadi bagian penting agar bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Ketersediaan air bersih diharapkan membantu para santri menjalani seluruh rangkaian perkemahan dengan lebih nyaman, sekaligus mendukung aktivitas ibadah dan kebutuhan warga di sekitar Bumi Perkemahan Kayulemah.
Lebih jauh, keterlibatan Alumni 696 Attanwir Talun melalui YBSE 696 memperlihatkan bahwa ikatan alumni tidak berhenti pada hubungan masa lalu.
Ketika para santri membutuhkan dukungan, alumni dapat hadir kembali dalam bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi manfaatnya dapat langsung dirasakan.
Empat tangki air bersih akhirnya bukan sekadar angka dalam sebuah distribusi bantuan.
Di balik setiap tangki terdapat pesan tentang kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial—bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan santri akan lebih kuat ketika lingkungan di sekitarnya ikut bergerak dan memberikan dukungan.
Alhamdulillah, distribusi air bersih di Bumi Perkemahan Kayulemah berjalan lancar. Semoga kepedulian Alumni 696 Attanwir dan YBSE 696 terus menjadi energi kebersamaan bagi para santri dan masyarakat.
Penulis: Alisugiono







