BOJONEGORO – LENTERA NUSANTARA| Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Rendeng Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, kembali berlangsung dengan nuansa kebersamaan. Warga menggelar syukuran sekaligus berbagi berbagai perabot rumah tangga, termasuk mesin cuci, lemari,kipas angin kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla Sabilillah pada Rabu (2/9/2026). Selain menjadi bagian dari tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial antarwarga.
Kepala Desa Rendeng, Muslih, menuturkan bahwa tradisi tersebut bukan kegiatan baru. Menurutnya, kegiatan syukuran dan berbagi sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Rendeng.
“Tradisi ini sudah turun-temurun. Warga secara bergantian ikut berpartisipasi dalam kegiatan syukuran dan berbagi,” tutur Muslih.
Bagi masyarakat Rendeng, peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Berbagai perabot rumah tangga yang dibagikan menjadi simbol kepedulian dan rasa syukur warga.
Suasana kebersamaan semakin terasa karena kegiatan tersebut bertepatan dengan rangkaian momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan momentum kemerdekaan tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat Desa Rendeng menjaga tradisi sekaligus merawat semangat gotong royong.
Kegiatan sederhana namun sarat makna itu diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai warisan sosial dan budaya masyarakat. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang bagi warga untuk saling berbagi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Maulid bukan hanya tentang memperingati, tetapi juga bagaimana meneladani Nabi Muhammad SAW melalui kepedulian, berbagi, dan mempererat persaudaraan,” demikian semangat yang tercermin dari kegiatan warga Rendeng.
Penulis:Alisugiono.









