BOJONEGORO – LENTERA NUSANTARA | DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan Pimpinan Kecamatan (Pimcam) periode 2026–2031 di Ballroom Dewarna Hotel, Jalan Veteran 55, Bojonegoro, Sabtu (12/9/2026).
Sebelum Rakerda dimulai, kegiatan diawali dengan santunan kepada 15 anak yatim piatu. Momentum tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan sekaligus penanda bahwa konsolidasi organisasi tidak hanya berbicara tentang struktur, tetapi juga kepedulian sosial.
Selanjutnya, pengukuhan Pimcam menjadi titik penting penguatan struktur Partai Golkar di tingkat kecamatan. Mandat tersebut sekaligus membawa pesan agar kader tidak berhenti pada jabatan, tetapi bergerak menjalankan kerja organisasi di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Rakerda, Anis Mustofa, menegaskan bahwa struktur yang telah terbentuk harus segera diikuti gerakan nyata.
“Saatnya menjalankan mesin partai,”tegas Anis.
Karena itu, para Pimcam periode 2026–2031 tidak hanya menerima mandat struktural. Mereka juga dituntut mampu menggerakkan kader, memperkuat koordinasi, serta menjalankan roda organisasi di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro Ahmad Supriyanto menekankan pentingnya soliditas kader dalam menjalankan AD/ART Partai Golkar.
“Kami sanggup menjalankan AD/ART Partai Golkar dengan solid dan penuh semangat,” tegas Ahmad Supriyanto.
Dengan demikian, pengukuhan Pimcam bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pekerjaan organisasi yang sesungguhnya. Setelah struktur berdiri, kader dituntut membuktikan manfaatnya melalui kerja nyata dan kemampuan menyerap aspirasi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Dr. Ali Mufthi mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah, bukan sekadar posisi.
Menurut Ali Mufthi, seorang pemimpin harus mampu menjalankan mandat dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan kader pada pesan Rasulullah SAW mengenai kepemimpinan dan amanah.
“Sunnah Rasul level tertinggi adalah pemimpin yang menjalankan amanah,” ujar Ali Mufthi.
Pesan tersebut mempertegas makna pengukuhan Pimcam. Sebab, mandat organisasi baru memiliki arti ketika diterjemahkan menjadi kerja, pelayanan, konsolidasi, dan pengabdian.
Sementara itu, Rakerda Golkar Bojonegoro turut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, anggota DPR RI Eko Wahyudi, jajaran DPRD Fraksi Golkar, pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur, pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro, kader, serta para Pimcam yang dikukuhkan.
Pada akhirnya, rangkaian kegiatan tersebut menyatukan dua pesan penting: kepedulian kepada sesama dan penguatan kerja organisasi.
Santunan kepada 15 anak yatim piatu membuka kegiatan dengan sentuhan kemanusiaan. Setelah itu, pengukuhan Pimcam menegaskan penguatan struktur. Kemudian, pesan para pimpinan mengarahkan kader pada satu kata kunci: bergerak.
Kini, struktur telah dikukuhkan dan mandat telah diberikan. Tantangannya berada di lapangan.
Partai Golkar Bojonegoro tidak hanya membutuhkan kader yang hadir dalam forum organisasi, tetapi kader yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengar ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, dan bekerja ketika amanah telah diberikan.
Dengan semangat tersebut, Rakerda Golkar Bojonegoro 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda partai. Ia menjadi momentum untuk menghidupkan mesin organisasi, memperkuat soliditas, dan membawa kerja kader semakin dekat dengan masyarakat.
Struktur boleh menjadi fondasi. Mandat menjadi tanggung jawab. Namun, kerja nyata kaderlah yang akan menentukan seberapa kuat Partai Golkar hadir di tengah masyarakat Bojonegoro.
Penulis: Alisugiono










