BOJONEGORO,–LenteraNusantara.id ||
Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI meledak di Desa Cangaan, Kecamatan Kanor. Tanpa menunggu anggaran pemerintah desa, warga di sekitar Masjid Sabilil Muttaqin membuktikan bahwa jiwa gotong royong dan kemandirian belum padam.
Selasa (4/8/2026), suasana perkampungan berubah menjadi lautan manusia. Bermodalkan iuran seikhlasnya, warga sukses menyulap lingkungan menjadi panggung hiburan rakyat yang menyedot perhatian.
Kemeriahan telah dimulai sejak Minggu melalui lomba makan kerupuk gantung yang memancing gelak tawa. Dilanjutkan Senin dengan balap karung.
Puncaknya terjadi pada Selasa. Turnamen Voli Terpal tampil sebagai ‘primadona’ yang mendadak menjadi magnet utama ratusan warga.
Bukan voli biasa, Turnamen ini menyajikan sensasi berbeda. Dengan sistem 15 poin dan 3 pemain tiap tim, net diganti total dengan terpal raksasa yang menutup rapat pandangan kedua kubu. Akibatnya, pemain dipaksa bertanding dalam kondisi ‘buta’ tanpa mengetahui posisi lawan.
“Waktu servis, kita cuma bisa lempar bola ke atas terpal tanpa tahu siapa yang siap menyambut di seberang. Begitu bola nongol, cuma reflek yang bisa nyelamatkan!” ujar salah satu peserta.
Serangan demi serangan meluncur tanpa bisa diprediksi. Smash menukik dan passing kilat muncul tiba-tiba dari balik bentangan terpal. Komunikasi, insting, dan refleks menjadi kunci.
Momen pemain terkecoh, kebingungan membaca arah bola, hingga jatuh bangun mengejar bola sukses memecah gelak tawa dan sorak-sorai penonton yang memadati pinggir lapangan.
Salah seorang panitia menegaskan, kegiatan spektakuler ini murni lahir dari inisiatif warga yang rindu kemeriahan kemerdekaan.
“Kuncinya cuma satu, lingkungan ramai, warga kumpul, silaturahmi terjaga. Kita bergerak sendiri karena sampai saat ini belum ada kegiatan dari pihak desa,” tegasnya.
Hebatnya, tidak ada patokan nominal dalam penggalangan dana. Semuanya berdasar keikhlasan dan hingga kini iuran swadaya masih terus mengalir. Hadiah bagi pemenang berupa paket sembako dan kebutuhan rumah tangga.
Kisah warga Desa Cangaan ini menjadi cerminan bahwa kemeriahan Kemerdekaan tidak selalu bergantung pada anggaran besar. Dengan modal kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian, masyarakat mampu menciptakan kebahagiaannya sendiri.
Inilah potret nyata semangat Kemerdekaan,bergerak bersama dan membangun dari kekuatan sendiri.
Penulis: Alisugiono.









