BOJONEGORO – LenteraNusantara || Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama DPRD resmi menetapkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 dalam Rapat Paripurna, Jumat malam (14/8/2026).
Sidang yang dibuka Ketua DPRD Abdulloh Umar pukul 23.10 WIB itu dihadiri Bupati Setyo Wahono, Wabup Nurul Azizah, jajaran OPD, serta 43 anggota DPRD.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengapresiasi DPRD dan tim pembahas. Ia menyebut kesepakatan KUA-PPAS adalah fondasi penting penyusunan APBD 2027 yang harus realistis dengan kemampuan fiskal dan prioritas daerah.
“Optimalisasi pendapatan bukan semata-mata untuk meningkatkan angka penerimaan, tetapi untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah,” tegas Bupati.
Menurutnya, PAD harus didongkrak lewat 3 cara: inovasi, perbaikan instrumen perpajakan daerah, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Dengan fiskal yang kuat, Pemkab punya ruang lebih besar membiayai pembangunan dan menaikkan kesejahteraan masyarakat.
Selain pendapatan, Bupati juga menyorot belanja. Setiap rupiah APBD harus efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Ia meminta seluruh OPD menjadikan temuan dan rekomendasi hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi. Tujuannya memperkuat sistem pengendalian internal serta memperbaiki tata kelola keuangan daerah.
“Setiap rupiah anggaran harus diarahkan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat dilanjutkan dengan pembacaan laporan hasil pembahasan DPRD, lalu penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027 antara Pemkab dan DPRD.
Setelah itu dilakukan penyerahan dokumen nota kesepakatan sebagai tahapan resmi penyusunan APBD 2027.
Bupati berharap seluruh tahapan selanjutnya berjalan tepat waktu sesuai aturan. APBD 2027 diharapkan bukan hanya dokumen anggaran, tapi benar-benar jadi instrumen pembangunan yang efektif, efisien dan berpihak ke rakyat.
Kesepakatan ini sekaligus menegaskan komitmen eksekutif dan legislatif untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Penulis: Ali Sugiono
–











