BOJONEGORO – LENTERANUSANTARA || Bukan sekadar latihan baris-berbaris. Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty turun langsung memimpin latihan Dalmas (Pengendalian Massa) sebagai langkah memperkuat kesiapan personel menghadapi dinamika keamanan di lapangan.
Latihan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kesiapan personel agar mampu bergerak cepat, disiplin dan tetap terukur ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa.
Di hadapan personel, Kapolres menekankan bahwa kemampuan menghadapi massa tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik. Kedisiplinan, kekompakan, komunikasi dan pengendalian diri menjadi kunci agar setiap tindakan anggota tetap berada dalam koridor tugas kepolisian.
“Kesiapsiagaan tidak datang tiba-tiba. Kesiapan dibentuk melalui latihan dan disiplin yang terus dilakukan,” tegas Kapolres.
Dalam latihan tersebut, personel digembleng untuk memahami kembali pola gerakan dan koordinasi dalam formasi Dalmas. Setiap anggota dituntut mengetahui posisi dan tugasnya sehingga tidak terjadi kepanikan ketika menghadapi situasi nyata.
Kapolres juga menekankan pentingnya kekompakan. Satu personel bergerak tanpa koordinasi dapat memengaruhi keseluruhan formasi.
Karena itu, latihan menjadi ruang untuk menguji sejauh mana personel mampu menjalankan instruksi secara cepat sekaligus menjaga kendali diri.
“Setiap anggota harus memahami tugasnya. Jangan sampai ketika situasi di lapangan berkembang, personel justru kehilangan kendali,” pesan Kapolres.
Latihan Dalmas dilakukan bukan semata-mata untuk menghadapi aksi massa. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Polres Bojonegoro dalam mengamankan berbagai kegiatan masyarakat yang berpotensi melibatkan konsentrasi massa.
Di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, polisi dituntut mampu menghadapi berbagai karakter situasi dengan pendekatan yang profesional.
Karena itu, kesiapan personel harus dibangun sebelum situasi terjadi, bukan ketika kondisi sudah memanas.
Kapolres meminta seluruh personel mengikuti latihan secara serius dan menjadikannya sebagai bagian dari evaluasi kemampuan masing-masing.
Latihan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian di lapangan membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Cepat dalam merespons, kompak dalam bergerak, tetapi tetap terukur dalam bertindak.
Itulah kemampuan yang ingin dibangun melalui latihan Dalmas tersebut.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, Polres Bojonegoro berupaya memastikan personelnya tidak hanya siap menghadapi potensi gangguan keamanan, tetapi juga mampu menjalankan tugas dengan profesional dan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat.
LENTERANUSANTARA Pesannya jelas: ketika situasi mulai memanas, personel tidak boleh ikut terbawa panas. Yang harus muncul justru disiplin, koordinasi dan kendali.
Penulis:Alisugiono









