JEMBATAN MERAH PUTIH “NJUMBULNO WONG” SAAT DIRESMIKAN DI PANGANDARAN SELING KENDOR.

PANGANDARAN – Lentera Nusantara|| Kaget! Njumbulno wong! Belum juga hilang rasa bangga usai gunting pita, Jembatan Gantung Merah Putih di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, langsung bikin panik.

Jembatan yang baru saja diresmikan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pada Minggu (30/8/2026) itu tiba-tiba turun dan miring saat dilintasi rombongan peresmian. Sontak semua orang yang berada di atas jembatan njumbul alias kaget setengah mati.

Peristiwa terjadi beberapa menit setelah prosesi peresmian selesai. Rombongan Bupati Citra Pitriyami bersama pejabat, tokoh masyarakat dan warga mulai melintas untuk mencoba jembatan baru kebanggaan Kodim 0625/Pangandaran itu.

Tiba-tiba badan jembatan turun mendadak. Tali sling di salah satu sisi disebut terlepas dari pengikat utamanya.

“Njumbul kabeh mas, pada kaget. Ngirane arep ambruk,” ujar salah satu warga berkomentar.

Bupati Citra Pitriyami dan rombongan langsung dievakuasi dengan bantuan warga dan petugas. Suasana yang tadinya seremoni dan penuh tepuk tangan, seketika berubah jadi teriakan dan kepanikan.

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang membuat semua orang kaget tersebut.

Ia menjelaskan, kapasitas maksimal jembatan sekitar 2 ton. Untuk operasional aman, hanya diperbolehkan 60 persen dari kapasitas itu.

“Diduga jumlah orang saat peresmian melebihi batas operasional. Kami mohon maaf atas kejadian ini,” kata Dandim.

Ironisnya, insiden ini terjadi bukan karena jembatan sudah lama dipakai. Justru saat pertama kali diresmikan dan digunakan.

Ini yang bikin publik bertanya-tanya:
1. Kalau sudah tahu ada batas kapasitas, siapa yang mengatur jumlah orang saat peresmian?
2. Apakah Bupati, pejabat dan warga sudah diberi tahu soal batas maksimal jembatan?
3. Apakah uji teknis, sling, angkur dan beban sudah dilakukan sebelum jembatan dinyatakan siap?

Penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan teknis. Tidak bisa serta-merta menyalahkan “kelebihan beban” saja.

Permintaan maaf dari Kodim memang penting. Tapi masyarakat butuh kepastian dan perbaikan.

Karena jembatan dibangun untuk menghubungkan warga, bukan malah *njumbulno wong* yang ada di atasnya.

Apalagi yang kaget itu bukan warga biasa, tapi *Bupati Citra Pitriyami dan rombongan* yang baru saja meresmikannya. Masa iya setelah gunting pita langsung dikagetkan jembatannya sendiri.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam kejadian tersebut.

Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *